Search
Close this search box.

Belajar dari India, Makan Gratis di Sekolah Prasyarat Mutlak Indonesia Emas 2045

Minggu lalu ada yang cemooh gagasan program makan siang dan susu gratis di sekolah karena akan gunakan susu bubuk impor pada tahun pertama pelaksanaan.

Faktanya: Dari kebutuhan susu 4,5 juta ton per tahun, tahun ini Indonesia masih impor 3,6 juta ton per tahun karena kita hanya punya 584 ribu sapi perah.

Karena jumlah sapi kita kurang, pak Prabowo berwacana impor sapi untuk percepat swasembada susu. Tapi wacana swasembada susu ini pun ada yang cemooh.

Baca Juga :   Booklet Program Makan Siang Gratis

Artikel di halaman 3 koran Kompas hari ini (7 Januari 2024) seakan menjawab kedua cemoohan di atas.

Kita memang harus belajar dari India yang telah 20 tahun jalankan makan siang dan susu gratis di setiap sekolah negeri.

Mau dicemooh seperti apapun, kenyataannya setelah 20 tahun program makan siang dan susu gratis di sekolah di India:

Baca Juga :   The Eternal Vision of Statehood

🎯 Pertumbuhan ekonomi India tertinggi di G20: 9% per tahun. Lebih tinggi 4% dari Indonesia.

🎯 Dulu India importir susu, sekarang produsen susu terbesar di dunia bahkan ekspor susu. Produksi susu India 221 juta ton, 245x lebih tinggi dari Indonesia.

🎯 60 CEO perusahaan terbesar di dunia, termasuk: CEO Microsoft, CEO Google, CEO IBM, CEO Adobe, CEO Mastercard sekarang Presiden Bank Dunia, adalah orang India.

Baca Juga :   Youth

🎯 Setelah Presiden Jokowi, PM Modi adalah pemimpin negara dengan approval rating tertinggi di dunia.

🎯 Tingkat melek huruf naik 26% dari 48% ke 74%. Ini 26% dari 1,4 milyar orang atau 364 juta orang – lebih besar dari populasi Indonesia.

🎯 Tingkat stunting turun 22% dari 54% ke 32%. Artinya turun 308 juta anak – lebih besar dari populasi Indonesia.

Prabowo-Subianto-icon-bulet

Artikel Terkait

Baca Juga

Our Difficult Choices and Struggles

By: Prabowo Subianto, excerpted from “National Transformation Strategy: Towards a Golden Indonesia 2045,” pages 223-227, fourth softcover edition. For me,