prabowosubianto.com

Prabowo Subianto

Strategi Percepatan Pembangunan: Program Hasil Terbaik Cepat [Pembangunan Desa, BLT, Rumah dan Sanitasi]

Strategi Percepatan Pembangunan: Program Hasil Terbaik Cepat [Pembangunan Desa, BLT, Rumah dan Sanitasi] | default
default

Oleh: Prabowo Subianto [diambil dari Buku Strategi Transformasi Bangsa: Menuju Indonesia Emas 2045]

Program Hasil Terbaik Cepat 7: Melanjutkan pembangunan infrastruktur desa, Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan penyediakan rumah murah bersanitasi baik untuk yang membutuhkan

Di bulan Oktober tahun 2013 lalu, saya sebagai Ketua Umum Partai Gerindra menerima perwakilan beberapa organisasi desa di kantor DPP Gerindra. Hadir dari APDESI (Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia), PPDI (Persatuan Perangkat Desa Indonesia), AKD (Asosiasi Kepala Desa), Parade Nusantara (Persatuan Rakyat Desa Nusantara), HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia), KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan), APPSI (Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia), INKUD (Induk Koperasi Unit Desa).

Waktu itu saya sampaikan, Indonesia mempunyai kapasitas untuk mempercepat pembangunan ekonomi di pedesaan dengan menyalurkan secara langsung dana APBN ke desa dan organisasi-organisasi yang menggerakkan ekonomi rakyat seperti Koperasi Unit Desa, koperasi tani dan nelayan, dan koperasi pasar.

Dana pembangunan desa harus diserahkan langsung ke desa. Penggunaan dana itu diserahkan kepada masyarakat desa melalui musyawarah desa.

Pemikiran ini saya sampaikan didasari pemahaman kalau struktur ekonomi Indonesia tidak seimbang dan tidak adil. Sebagian besar rakyat Indonesia tinggal di pedesaan, tetapi 60% dari uang yang beredar di seluruh Indonesia beredar di ibu kota Jakarta.

Kita harus berani mengubah struktur ekonomi ini. Sumber daya ekonomi bangsa Indonesia harus dipergunakan sebesar- besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia, tidak hanya dinikmati segelintir orang saja di ibukota dan kota-kota besar.

Membangun dari desa menjadi strategi utama dalam pembangunan nasional. Alhamdulillah, walaupun waktu itu setelah Pemilu 2014 saya tidak bergabung dengan Pemerintahan Presiden Jokowi, beliau punya pemahaman yang sama dengan saya soal ini. Mulai 2015, dimulai pembangunan desa secara besar-besaran dengan adanya Dana Desa. Sekarang sudah begitu banyak infrastruktur desa yang terbangun. Bahkan, catatan terakhir, sudah terbangun lebih dari 320.000 km jalan desa, ribuan embung, ribuan balai desa, dan berbagai infrastruktur desa lainnya.

Saya berpendapat, program terkait pembangunan desa yang sudah dilaksanakan harus dilanjutkan dan ditingkatkan. Selain membangun infrastruktur desa, kita juga perlu membangun rumah murah dengan sanitasi baik untuk masyarakat yang membutuhkan. Saat ini masih terlalu banyak orang Indonesia yang tinggal di rumah yang tidak layak tinggal, dan rumah tanpa sanitasi yang baik. Karena ada hal-hal juga yang perlu dilakukan lintas desa, kita juga perlu sediakan Dana Kelurahan untuk bangun hal-hal yang diperlukan.

BERITA TERKAIT
TERKINI