Search
Close this search box.

Simon Bolivar

Foto: TheCollector

Oleh Prabowo Subianto [diambil dari Buku 2 Kepemimpinan Militer: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn.) Prabowo Subianto] 

“Simon Bolivar mungkin adalah pemimpin paling tersohor di Amerika Selatan. Ia adalah seorang jenderal dengan energi dan kemampuan seperti tak terbatas. Dengan energi dan kemampuannya, ia membebaskan setengah benua Amerika Sekatan dari penjajahan Spanyol.

Saya mengagumi Simon Bolivar karena energi, kemampuan, dan kecerdasannya, beberapa kemenangan terbesarnya dihasilkan dari teknik kejutan dan tipuan yang cemerlang. Serangannya terhadap posisi Spanyol dengan melintasi medan pegunungan Andes, khususnya, adalah operasi militer yang impresif secara taktis dan operasional.”

Simon Bolivar lahir pada 1783 di Caracas, daerah yang kemudian menjadi Venezuela saat ini. Untuk mengatakan bahwa ia lahir dengan sendok perak adalah pernyataan yang meremehkan. Keluarga Bolivar adalah salah satu keluarga terkaya di Amerika Selatan.  Karena keluarganya, Simon muda menerima tutor pribadi terbaik yang ditawarkan koloni Spanyol. Setelah itu, Simon dikirim ke Eropa sebagai remaja untuk pelatihan militer.

Baca Juga :   Saad El-Shazly

Pada usia 24 tahun Simon kembali ke Venezuela. Ia kembali ke Venezuela yang terpecah. Ada satu faksi yang sangat setia kepada Spanyol melawan faksi yang mengagitasi kemerdekaan dari Spanyol. Kedua belah pihak awalnya setara, tetapi setahun kemudian, setelah Napoleon menginvasi Spanyol, popularitas faksi para patriot pro-kemerdekaan naik daun.

Baca Juga :   Mayor Elias Daan Mogot

Bagi Simon, yang menempuh sebagian pendidikannya di Eropa dan dipengaruhi oleh semangat revolusi Amerika dan Prancis, simpatinya jatuh bersama para patriot. Ia memilih untuk mengangkat senjata atas nama mereka. Ia membuat nama untuk dirinya dengan energi dan karismanya. Dengan cepat, ia mengumpulkan pasukan kecil pengikut setia.

Baca Juga :   Mayor Elias Daan Mogot

Usaha faksi pro merdeka membuahkan hasil pada tahun 1810. Pada tahun itu, para patriot berhasil mencapai kemerdekaan de facto dan menyatakan berdirinya sebuah republik di Venezuela. Untuk mendapatkan pengakuan dunia, Simon berangkat ke Kerajaan Inggris Raya untuk mendapatkan pengakuan Inggris.

Baca Juga :   Mayor Elias Daan Mogot

Saat Simon tidak berada di Venezuela, para patriot menyadari kekuatan mereka berkurang. Pada saat Simon kembali ke Amerika Selatan, Venezuela dilanda perselisihan. Faksi loyalis Spanyol berhasil merebut kembali kota-kota utama pada tahun 1812. Republik pertama Venezuela bubar.

Baca Juga :   Contoh-contoh Pemimpin yang Tidak Benar, Contoh Keenam: Komandan Mengkorupsi Uang Makan Prajurit

Meskipun menghadapi situasi yang begitu sulit, Simon berhasil merekrut pengikut baru di pedesaan dan kemudian memimpin serangan kepada pada para loyalis. Alih-alih memimpin perang langsung, Simon melakukan hal yang tak terduga dan membuat garis demarkasi di kota Caracas.

Baca Juga :   Contoh-contoh Pemimpin yang Tidak Benar, Contoh Keenam: Komandan Mengkorupsi Uang Makan Prajurit

Pada tahun 1814, para loyalis kembali berusaha mengambil alih seluruh teritori yang dikuasai Simon. Pertempuran perebutan teritori berlangsung sampai 1818, dengan kekacauan meletus di seluruh Venezuela.

Pada saat itu, Bolivar kembali melakukan hal yang tak terduga. Menyeberangi pegunungan Andes pada 1819, ia menuju Bogota. Karena para loyalis tidak pernah menyangka ada yang akan menyerang dari arah puncak-puncak yang tertutup salju itu, mereka membiarkan kota Bogota yang berada di sebelah pegunungan Andes tanpa pertahanan.

Baca Juga :   Kepemimpinan Mayor Jenderal TNI (Purn) I Ketut Wirdhana

Setelah kehilangan Bogota, perlawanan loyalis Spanyol mulai runtuh. Selama dua tahun, para patriot mengambil alih benteng Spanyol yang tersisa. Simon kemudian dengan penuh kemenangan kembali memasuki Caracas dan sekali lagi menyatakan Venezuela sebagai negara merdeka.

Baca Juga :   Solusi Paradoks Indonesia: Menuju 100 Tahun Indonesia Merdeka (Mewujudkan Ekonomi Rakyat)

Simon tidak berhenti di situ. Dia menggabungkan daerah kekuasaan para patriot kemerdekaan lainnya di seluruh Amerika Selatan bagian utara menjadi mega negara independen yang disebut Gran Colombia, dengan dirinya sebagai presiden. Setelah itu, pada 1824 ia membebaskan Peru dan, akhirnya, mendirikan negara baru Bolivia.

Baca Juga :   Jenderal Yakubu Gowon

Karena semua ini, Simon Bolivar dikenal sebagai jenderal terbesar yang pernah ada di Amerika Selatan. Ia adalah seorang Jenderal dengan energi dan kemampuan seperti tak terbatas. Dengan energi dan kemampuannya, ia membebaskan setengah benua Amerika Selatan dari penjajahan Spanyol.

Prabowo-Subianto-icon-bulet

Artikel Terkait

Baca Juga