Search
Close this search box.

Pengamat: Penganugerahan Pangkat Istimewa TNI untuk Prabowo Mestinya Sejak 2022

Jakarta – Pengamat militer dan Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menjelaskan bahwa penganugerahan pangkat istimewa TNI untuk Prabowo Subianto sesuai dengan UU yang berlaku saat ini, yaitu UU No. 20 tahun 2009 dan bahkan semestinya sudah diberikan dua tahun yang lalu.

Khairul mengatakan bahwa pada UU itu terdapat istilah pengangkatan atau kenaikan pangkat istimewa. Meski demikian, beberapa pemberitaan keliru menyebutkan pengangkatan atau kenaikan pangkat istimewa itu sebagai "kenaikan pangkat kehormatan."

"Kenaikan pangkat istimewa atau pengangkatan pangkat istimewa itu adalah hak yang menyertai pemberian bintang jasa oleh negara. Seperti kita ketahui, Prabowo adalah pemegang empat tanda kehormatan bintang militer utama," kata Khairul kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/2).

Baca Juga :   Pertanyaan Umum tentang Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Menuntaskan Kasus TBC, & Membangun Rumah Sakit Lengkap Berkualitas di Kabupaten

"Jadi kalau media menyebutnya sebagai kenaikan pangkat kehormatan atau pemberian pangkat kehormatan, itu narasi yang tidak tepat. Itu adalah penganugerahan pangkat istimewa sebagai Jenderal bintang 4 atau jenderal penuh," lanjutnya.

Baca Juga :   Beralih Dukungan, Ikhwanul Muballighin All In Prabowo-Gibran di Pilpres 2024: Strategi Terbaru untuk Kemenangan Sekali Putaran

Khairul mencatat ada empat tanda kehormatan bintang militer utama Prabowo, yaitu bintang yuda dharma utama, bintang kartika eka paksi utama, bintang jalasena utama, bintang swa buwana paksa utama.

Baca Juga :   Beralih Dukungan, Ikhwanul Muballighin All In Prabowo-Gibran di Pilpres 2024: Strategi Terbaru untuk Kemenangan Sekali Putaran

"Penganugerahan empat tanda kehormatan bintang militer utama pada Prabowo ini sudah cukup sebagai dasar pemberian pangkat istimewa kepada beliau, sesuai ketentuan UU No. 20 tahun 2009," jelasnya.

Baca Juga :   Prabowo Subianto's Eid al-Fitr Prayer in 1445 H with Residents of Bojong Koneng at Nurul Wathon Mosque, Hambalang

Ia melanjutkan penganugerahan pangkat istimewa TNI untuk Prabowo ini tidak memiliki alasan untuk disebut sebagai hal yang tidak layak atau tidak patut, dengan mengacu pada UU No. 20 tahun 2009 tentang penganugerahan gelar dan tanda kehormatan.

Baca Juga :   Prabowo Subianto Ziarah ke Makam Habib Ali Kwitang, Disambut Ratusan Warga

Bahkan, menurut Khairul, jika mengacu pada penganugerahan tanda kehormatan bintang militer utama Prabowo yang dilakukan pada 2022, semestinya penganugerahan pangkat istimewa ini sudah bisa dilakukan pada tahun itu juga.

Baca Juga :   Prabowo Subianto's Eid al-Fitr Prayer in 1445 H with Residents of Bojong Koneng at Nurul Wathon Mosque, Hambalang

Adapun menurutnya, sebenarnya tanpa pangkat istimewa ini Prabowo akan menjadi panglima tertinggi dengan posisinya nanti sebagai presiden.

Baca Juga :   Apa Sih Minuman Favorit Prabowo?

"Namun, dengan latar belakang militer, sebenarnya patut dan wajar saja Prabowo menyandang pangkat bintang 4 supaya sebagai panglima tertinggi TNI itu paripurna. Apalagi berdasarkan ketentuan perundangan, saat ini Prabowo memiliki hak dan sudah memenuhi syarat untuk mendapatkannya mengingat jasa dan pengorbanannya untuk TNI negara dan rakyat," kata dia. (SENOPATI)

Baca Juga :   Survei Poltracking: Elektabilitas Prabowo Subianto-Gibran di Jatim Capai 60,1%, Tren Terus Naik
Prabowo-Subianto-icon-bulet

Artikel Terkait

Baca Juga