Search
Close this search box.

Prabowo Subianto Kumpulkan Tim Kuasa Hukum Usai Putusan MK, Ucapkan Terima Kasih

Prabowo Subianto mengumpulkan 45 kuasa hukum yang berada dalam tim yang membela Prabowo-Gibran

Jakarta — Presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto mengumpulkan 45 kuasa hukum yang berada dalam tim yang membela Prabowo-Gibran di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk mengucapkan terima kasih, Selasa (23/4) di kediamannya di Jl Kertanegara, Jakarta.

Para kuasa hukum yang hadir di antaranya Hotman Paris, Otto Hasibuan, OC Kaligis. Wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka juga hadir pukul 18:49 WIB. 

Baca Juga :   Prabowo Subianto Attends Titiek Soeharto's 65th Birthday Celebration

“Tadi saya kumpulkan semua tim hukum, saya ucapkan terima kasih. Tadi Mas Gibran ada, tokoh-tokoh hukum kita hadir semuanya, saya kumpulkan tim hukum, tim hukum Prabowo-Gibran yang telah bekerja keras dan berhasil mendapat keputusan dari MK, jadi saya pikir, saya kira prosesnya selesai,” ujar Prabowo.

Setelah proses di MK ini usai, Prabowo mengatakan akan berfokus akan melakukan komunikasi politik dengan semua unsur guna membangun koalisi pemerintahan yang kuat dan efektif.

Baca Juga :   Satyagraha: Our Guiding Principle for Action

“Sesudah itu, kita akan memulai bekerja untuk melakukan komunikasi politik dengan semua unsur, di mana kita akan berusaha membangun suatu, suatu koalisi yang kuat, koalisi yang efektif,” jelasnya.

Prabowo pun menekankan persatuan dan kesatuan bangsa harus senantiasa terjalin usai kontestasi pilpres.

Baca Juga :   Program Kerja: Asta Cita 6

“Kita sudah selesai pertandingan, sudah ada keputusan, rakyat sudah sekarang berharap menuntut semuanya untuk bersatu, bekerja untuk kepentingan bangsa dan rakyat, saya kira itu,” tutup Prabowo.

Prabowo bersama Gibran direncanakan akan hadir di Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu pukul 10:00 WIB untuk penetapan pemenang pilpres.

 

Prabowo-Subianto-icon-bulet

Artikel Terkait

Baca Juga

Prabowo in His Youth

Due to his father’s political activism, Prabowo Subianto faced a childhood of constraints living outside Indonesia starting from his third