Search
Close this search box.

Berjuang Sama Saya Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo

Oleh: Prabowo Subianto [diambil dari Buku Kepemimpinan Militer 1: Catatan dari Pengalaman Letnan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto]

Saya mengenal Suryo Prabowo dari sejak taruna. Beliau adalah lulusan AKABRI tahun 1976, jadi berada 2 tahun di bawah saya. Ia Adhi Makayasa tahun 1976. Orang yang sangat cerdas, orang yang militan, orang yang patriotik. Maklum, orang tua beliau juga seorang angkatan ’45, seorang Kolonel Angkatan Darat.

Baca Juga :   Tantangan Strategis Bangsa Indonesia 2024-2029

Mungkin karena beliau saking cerdasnya, beliau sering juga tidak disukai oleh atasannya. Beliau juga mungkin terlalu dinamis atau terlalu kreatif, sehingga sering beliau tidak dimengerti oleh senior atau atasannya.

Baca Juga :   Pengabdian Prabowo Subianto di Dunia Olahraga, Seni dan Pendidikan

Tapi yang saya lihat, dari sejak letnan, kapten, mayor, ia terus berada di daerah operasi. Sampai dengan jadi Brigjen pun, sebagai Wakil Gubernur di Timor Timur, sebagai Wadanrem Timor Timur, beliau ada di lapangan di saat-saat genting. Beliau merupakan perwira tinggi terakhir dari TNI yang meninggalkan Timor Timur. Beliau membawa bendera merah putih yang terakhir diturunkan di daerah Timor Timur.

Baca Juga :   Sersan Dua TNI (Purn) Slamet Pujiwarna

Sifat beliau yang cerdas sering disalah artikan bahwa ia keminter dan mau ngajarin orang lain. Padahal itu hanya didorong oleh keinginan untuk memperbaiki organisasi, keinginan untuk memperbaiki kondisi.

Prabowo-Subianto-icon-bulet

Artikel Terkait

Baca Juga